Recent Blog post

 
Sunnah adalah segala sesuatu yang diriwayatkan dari Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam baik perkataan, perbuatan, ataupun persetujuan. Sunnat pula berarti sesuatu yang pelakunya mendapat pahala dan tidak ada dosa bagi yang meninggalkannya. Di antara perbuatan sunnah yang jarang dilakukan kaum muslimin adalah sebagai berikut:

1. Mendahulukan Kaki Kanan Saat Memakai Sandal Dan Kaki Kiri Saat Melepasnya


Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian memakai sandal maka dahulukanlah kaki kanan, dan jika melepaskannya, maka dahulukanlah kaki kiri. Jika memakainya maka hendaklah memakai keduanya atau tidak memakai keduanya sama sekali.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

2. Menjaga Dan Memelihara Wudhu

Diriwayatkan dari Tsauban Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Istiqamahlah (konsistenlah) kalian semua (dalam menjalankan perintah Allah) dan kalian tidak akan pernah dapat menghitung pahala yang akan Allah berikan. Ketahuilah bahwa sebaik-baik perbuatan adalah shalat, dan tidak ada yang selalu memelihara wudhunya kecuali seorang mukmin.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

3. Bersiwak (Menggosok Gigi dengan Kayu Siwak)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Siwak dapat membersihkan mulut dan sarana untuk mendapatkan ridha Allah.” (HR. Ahmad dan An-Nasa`i)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam juga bersabda, “Andaikata tidak memberatkan umatku niscaya aku memerintahkan mereka untuk bersiwak setiap kali hendak shalat.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Bersiwak disunnahkan setiap saat, tetapi lebih sunnah lagi saat hendak berwudhu, shalat, membaca Al-Qur`an, saat bau mulut berubah, baik saat berpuasa ataupun tidak, pagi maupun sore, saat bangun tidur, dan hendak memasuki rumah.

Bersiwak merupakan perbuatan sunnah yang hampir tidak pernah dilakukan oleh banyak orang, kecuali yang mendapatkan rahmat dari Allah. Untuk itu, wahai saudaraku, belilah kayu siwak untuk dirimu dan keluargamu sehingga kalian bisa menghidupkan sunnah ini kembali dan niscaya kalian akan mendapatkan pahala yang sangat besar.

4. Shalat Istikharah

Diriwayatkan dari Jabir Radhiyallahu Anhu bahwa ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mengajarkan kepada kita tata cara shalat istikharah untuk segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan surat-surat Al-Qur`an kepada kami.” (HR. Al-Bukhari)

Oleh karena itu, lakukanlah shalat ini dan berdoalah dengan doa yang sudah lazim diketahui dalam shalat istikharah.

5. Berkumur-Kumur Dan Menghirup Air dengan Hidung Dalam Satu Cidukan Telapak Tangan Ketika Berwudhu

Diriwayatkan dari Abdullah bin Zaid Radhiyallahu Anhu, bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berkumur-kumur dan menghirup air dengan hidung secara bersamaan dari satu ciduk air dan itu dilakukan sebanyak tiga kali. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

6. Berwudhu Sebelum Tidur Dan Tidur Dengan Posisi Miring Ke Kanan

Diriwayatkan dari Al-Barra’ bin Azib Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kamu hendak tidur, maka berwudhulah seperti hendak shalat, kemudian tidurlah dengan posisi miring ke kanan dan bacalah, ‘Ya Allah, Aku pasrahkan jiwa ragaku kepada-Mu, aku serahkan semua urusanku kepada-Mu, aku lindungkan punggungku kepada-Mu, karena cinta sekaligus takut kepada-Mu, tiada tempat berlindung mencari keselamatan dari (murka)-Mu kecuali kepada-Mu, aku beriman dengan kitab yang Engkau turunkan dan dengan nabi yang Engkau utus’. Jika engkau meninggal, maka engkau meninggal dalam keadaan fitrah. Dan usahakanlah doa ini sebagai akhir perkataanmu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

7. Berbuka Puasa Dengan Makanan Ringan

Diriwayatkan dari Anas bin Malik Radhiyallahu Anhu, ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berbuka puasa sebelum shalat maghrib dengan beberapa kurma basah. Jika tidak ada maka dengan beberapa kurma kering. Jika tidak ada, maka beliau hanya meminum beberapa teguk air.” (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

8. Sujud Syukur Saat Mendapatkan Nikmat Atau Terhindar Dari Bencana

Sujud ini hanya sekali dan tidak terikat oleh waktu. Diriwayatkan dari Abu Bakrah Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam mendapatkan sesuatu yang menyenangkan atau disampaikan kabar gembira maka beliau langsung sujud dalam rangka bersyukur kepada Allah.” (HR. Abu Dawud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

9. Tidak Begadang Dan Segera Tidur Selesai Shalat Isya`

Hal ini berlaku jika tidak ada keperluan saat begadang. Tetapi jika ada keperluan, seperti belajar, mengobati orang sakit dan lain-lain maka itu diperbolehkan. Dalam hadits shahih dinyatakan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam tidak suka tidur sebelum shalat isya` dan tidak suka begadang setelah shalat isya`.

10. Mengikuti Bacaan Muadzin

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu Anhu bahwa dia mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika kalian mendengar adzan, maka ucapkanlah seperti yang diucapkan oleh muadzin, kemudian bershalawatlah kepadaku. Barangsiapa yang bershalawat kepadaku, maka Allah akan bershalawat kepadanya sepuluh kali.Kemudian mintakan wasilah untukku, karena wasilah merupakan tempat di surga yang tidak layak kecuali bagi seorang hamba Allah dan aku berharap agar akulah yang mendapatkannya. Barangsiapa yang memintakan wasilah untukku maka ia akan mendapatkan syafaatku (di akhirat kelak).” (HR. Muslim)

11. Berlomba-Lomba Untuk Mengumandangkan Adzan, Bersegera Menuju Shalat, Serta Berupaya Untuk Mendapatkan ShafPertama.

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Andaikata umat manusia mengetahui pahala di balik adzan dan berdiri pada shaf pertama kemudian mereka tidak mendapatkan bagian kecuali harus mengadakan undian terlebih dahulu niscaya mereka membuat undian itu. Andaikata mereka mengetahui pahala bergegas menuju masjid untuk melakukan shalat, niscaya mereka akan berlomba-lomba melakukannya. Andaikata mereka mengetahui pahala shalat isya dan subuh secara berjamaah, niscaya mereka datang meskipun dengan merangkak.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

12. Meminta Izin Tiga Kali Ketika Bertamu

Jika tidak mendapatkan izin dari tuan rumah, maka konsekuensinya anda harus pergi. Namun, banyak sekali orang yang marah-marah jika mereka bertamu tanpa ada perjanjian sebelumnya, lalu pemilik rumah tidak mengizinkannya masuk. Mereka tidak bisa memaklumi, mungkin pemilik rumah memiliki uzur sehingga tidak bisa memberi izin. Allah Ta’ala berfirman, “Dan jika dikatakan kepadamu, “Kembalilah!” Maka (hendaklah) kamu kembali. Itu lebih suci bagimu, dan Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. An-Nuur: 28)

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Adab meminta izin itu hanya tiga kali, jika tidak diizinkan maka seseorang harus pulang.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

13. Mengibaskan Seprai Saat Hendak Tidur

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda,“Jika kalian hendak tidur, maka hendaknya dia mengambil ujung seprainya, lalu mengibaskannya dengan membaca basmallah, karena dia tidak mengetahui apa yang akan terjadi di atas kasurnya. Jika dia hendak merebahkan tubuhnya, maka hendaknya dia mengambil posisi tidur miring ke kanan dan membaca, “Maha Suci Engkau, ya Allah, Rabbku, dengan-Mu aku merebahkan tubuhku, dan dengan-Mu pula aku mengangkatnya. Jika Engkau menahan nyawaku, maka ampunkanlah ia, dan jika Engkau melepasnya, maka lindungilah ia dengan perlindungan-Mu kepada hamba-hamba-Mu yang shalih.” (HR. Muslim)

14. Meruqyah Diri Dan Keluarga

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anha bahwa ia berkata, “Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam senantiasa meruqyah dirinya dengan doa-doa perlindungan ketika sakit, yaitu pada sakit yang menyebabkan wafatnya beliau. Saat beliau kritis, akulah yang meruqyah beliau dengan doa tersebut, lalu aku mengusapkan tangannya ke anggota tubuhnya sendiri, karena tangan itu penuh berkah.” (HR. Al-Bukhari)

15. Berdoa Saat Memakai Pakaian Baru

Diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu Anhu ia berkata, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam jika mengenakan pakaian baru, maka beliau menamai pakaian itu dengan namanya, baik itu baju, surban, selendang ataupun jubah, kemudian beliau membaca, “Ya Allah, hanya milik-Mu semua pujian itu, Engkau telah memberiku pakaian, maka aku mohon kepada-Mu kebaikannya dan kebaikan tujuannya dibuat, dan aku berlindung kepada-Mu dari keburukannya dan keburukan tujuannya dibuat.” (HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

16. Mengucapkan Salam Kepada Semua Orang Islam Termasuk Anak Kecil

Diriwayatkan dari Abdullah bin Amru Radhiyallahu Anhu, ia menceritakan, ”Seorang laki-laki bertanya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, ‘Apa ciri keislaman seseorang yang paling baik?’Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menjawab, ‘Kamu memberikan makanan (kepada orang yang membutuhkan) dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan orang yang tidak kamu kenal.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Diriwayatkan dari Anas Radhiyallahu Anhu bahwa ia menuturkan, “Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam berjalan melewati kumpulan anak-anak, lalu beliau mengucapkan salam kepada mereka semua.” (HR. Muslim)

17. Berwudhu Sebelum Mandi Besar (Mandi Junub)

Diriwayatkan dari Aisyah Radhiyallahu Anhu, “Jika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam ingin mandi besar, maka beliau membasuh tangannya terlebih dahulu, lalu berwudhu seperti hendak shalat, kemudian memasukkan jemarinya ke airdan membasuh rambutnya dengan air. Selanjutnya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam menuangkan air tiga ciduk ke kepalanya dengan menggunakan tangannya, lalu mengguyur semua bagian tubuhnya.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

18. Membaca ‘Amin’ Dengan Suara Keras Saat Menjadi Makmum

Diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Jika imam membaca “Amin” maka kalian juga harus membaca “Amin” karena barangsiapa yang bacaan Amin-nya bersamaan dengan bacaan malaikat maka diampunkan dosa-dosanya yang telah berlalu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim)

Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa kaum salafus-shalih mengeraskan bacaan “Amin” sehingga masjid bergemuruh.

19. Mengeraskan Suara Saat Membaca Zikir Setelah Shalat

Di dalam kitab Shahih Al-Bukhari disebutkan, “Ibnu Abbas Radhiyallahu Anhuma mengatakan, mengeraskan suara dalam berzikir setelah orang-orang selesai melaksanakan shalat wajib telah ada sejak zaman Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam. Ibnu Abbas juga mengatakan, “Aku mengetahui orang-orang telah selesai melaksanakan shalat karena mendengar zikir mereka.” (HR. Al-Bukhari)

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Disunnahkan mengeraskan suara saat membaca tasbih, tahmid dan takbir setelah shalat.”

Sunnah ini tidak dilakukan di banyak masjid sehingga tidak dapat dibedakan apakah imam sudah salam atau belum, karena suasananya sepi dan hening. Caranya adalah imam dan makmum mengeraskan bacaan tasbih (Subhanallah), tahmid (Alhamdulillah) dan takbir (Allahu Akbar) secara sendiri-sendiri, bukan satu komando dan satu suara. Adapun mengeraskan suara ketika berzikir dengan satu komando, satu suara dan dipimpin oleh imam maka dalam hal ini terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama. Ada yang mengatakan sunnah secara mutlak, ada yang memandang sunnah dengan syarat-syarat tertentu dan ada pula yang mengatakan bahwa zikir berjamaah adalah perbuatan bid’ah.

20. Membuat Pembatas Saat Sedang Shalat Fardhu Atau Shalat Sunnah

Diriwayatkan dari Abu Said al-Kudri Radhiyallahu Anhu bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda, “Ketika kalian hendak shalat, maka buatlah pembatas di depannya dan majulah sedikit, dan janganlah membiarkan seseorang lewat di depannya. Jika ada orang yang sengaja lewat di depannya, maka hendaknya dia menghalanginya karena orang itu adalah setan.” (HR. Abu dawud dan Ibnu Majah)

Diriwayatkan dari Abdullah bin Umar Radhiyallahu Anhuma, ia berkata, “Rasulullah menancapkan tombak di depannya, lalu shalat di belakang tongkat itu.” (HR. Al-Bukhari)

Sunnah ini sering diabaikan, terutama saat melakukan shalat sunnah.

Wahai saudaraku! Jadilah seperti orang yang diungkapkan oleh Abdurrahman bin Mahdi, “Aku mendengar Sufyan berkata, ‘Tiada satu hadits pun yang sampai kepadaku kecuali aku mengamalkannya meskipun hanya sekali.”

Muslim bin Yasar mengatakan, “Aku pernah melakukan shalat dengan memakai sandal padahal shalat tanpa sandal sangat mudah dilakukan. Aku melakukan itu hanya ingin menjalankan sunnah Rasul Shallallahu Alaihi wa Sallam.”

Ibnu Rajab menuturkan, “Orang yang beramal sesuai ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam, meskipun amal itu sangat kecil, maka itu akan lebih baik daripada orang yang beramal tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam meskipun dia sangat bersungguh-sungguh.”

Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang mengikuti sunnah rasul-Mu dan mengikuti jejaknya. Ya Allah, kumpulkanlah kami dan kedua orang tua kami bersamanya di surga wahai Tuhan Yang Maha Pengasih.

sunnah yang dilupakan

By : Unknown
Senin, 17 Oktober 2016
1

PUASA-PUASA SUNNAH DAN KEUTAMAANNYA

 
Allah mensyariatkan bagi hamba-Nya untuk melakukan ibadah-ibadah sunnah di samping
melakukan ibadah yang wajib. Melakukan ibadah sunnah InsayaAllah akan menutup dan
menambal kekurangan-kekurangan yang ada pada ibadah wajib. Melakukan ibadah sunah
InsyaAllah juga akan memperberat timbangan di hari akhirat kelak. Diantara ibadah sunnah
yang disyariatkan oleh Allah SWT adalah puasa sunnah.
Dibawah ini adalah beberapa puasa dan keutamaannya:

1. Puasa Syawal
Puasa ini dilakukan selama enam hari di bulan Syawal, baik dilakukan secara berurutan maupun tidak.
Keutamaan puasa Ramadhan yang diiringi puasa Syawal adalah seperti orang yang berpuasa selama setahun (HR. Muslim)

2. Puasa hari Arafah, yaitu pada hari ke-9 bulan Dzulhijjah. Keutamaannya adalah akan
dihapuskan dosa-dosa pada tahun yang lalu dan dosa-dosa pada tahun yang akan datang(HR.
Muslim). Maksudnya adalah dosa-dosa kecil, dosa besar hanya bisa dihapus dengan jalan taubat.

Puasa ini sunnah untuk orang yang sedang tidak melaksanakan haji
Dari Ummu Fadal, dia berkata, "Mereka merasa bimbang mengenai puasa Nabi SAW di Arafah, lalu Rasulullah saya kirimi susu. Kemudian Rasulullah meminumnya, sedangkan waktu itu beliau berkhotbah di Arafah." (HR Bukhari dan Muslim)

3. Puasa pada sembilan hari pertama pada bulan Dzulhijjah
Disunnahkan untuk berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Keutamaannya adalah amal sholeh di hari-hari ini sangat dicintai oleh AllahSAW ( HR. Bukhari) dan Allah juga melipat gandakan semua ibadah pada hari-hari mulia ini "Tidak ada hari dimana amal sholih di dalamnya lebih dicintai oleh Allah SWT daripada hari-hari ini (sepuluh hari pertama Dzulhijjah, kecuali 10 dzulhijah). Para sahabat bertanya," "Wahai Rasulullah, tidak juga jihad fisabilillah? Beliau menjawab,"Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali seorang yang berangkat dengan membawa jiwa dan hartanya, lalu kembali tanpa membawa
sedikit pun dari keduanya." (HR Bukhari)

4. Puasa Bulan Muharram
Sangat dianjurkan untuk berpuasa tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.
Dari Abu Hurairah ra dia berkata, "Rasulullah SAW ditanya, "Sholat apa yang lebih utama setelah sholat fardu? Rasulullah SAW menjawab, "Sholat di tengah malam". Mereka bertanya lagi, "Puasa apa yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?" Rasulullah SAW menjawab, "Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan muharram". (HR Ahmad, Muslim dan Abu Daud)
Para ulama menyebutkan bahwa puasa di bulan Muharram ada tiga tingkatan:
Tingkat pertama: berpuasa selama tiga hari yaitu hari ke-9, ke -10 dan ke-11
Tingkat kedua: berpuasa pada hari ke-9 dan ke-10
Tingkat ketiga: berpuasa hanya pada hari ke-10 (Hari Assyuro)
Rasulullah SAW memerintahkan umat Islam untuk berouasa pada hari Assyuro ( 10 Muharram) dan mengiringinya dengan puasa sehari dan sesudahnya untuk membedakan Umatnya dengan umat Yahudi dan Nasrani yang berpuasa ada hari ke-10.

5. Puasa pada limabelas hari pertama bulan Syaban
Disunnahkan untuk memperbanyak puasa pada bulan Sya'ban, karena pada bulan ini semua amal diangkat (dilaporkan) kepada Allah.
Dari Usamah bin Zaid, ra berkata, Ya Rasululah, tidak satu bulan yang anda banyak melakukan puasa daripada bulan Sya'ban! Rasulullah menjawab, bulan itu sering dilupakan orang, karena letaknya antara Rajab dan Ramadhan, sedang pada bulan itulah amal-amal manusia diangkat kepada Rabb semesta alam. Maka saya ingin amal saya dibawa naik selagi saya berpuasa." (HR Nasa'i dan dinyatakan sahih oleh Ibnu Khuzaimah)

6. Puasa Senin dan Kamis
Berdasarkan Abu Hurairah ra. Rasulullah SAW bersabda, "Sesungguhnya amalan-amalan itu dipersembahkan pada setiap Senin dan Kamis, Maka Allah berkenan mengampuni setiap Muslim, kecuali dua orang yang bermusuhan...(HR Ahmad)
Namun tidak ada kewajiban mengiringi puasa Senin dangan puasa pada hari kamis atau sebaliknya Pada hadits lain, Rasulullah SAW ditanya seseorang mengenai puasa hari Senin, kemudian beliau menjawab," Itu hari kelahiranku dan pada hari itu pula wahyu diturunkan kepadaku." (HR. Muslim)

7. Puasa Tiga Hari Setiap bulan
Disunahkan untuk melakukan puasa pada tanggal 13, 14, dan 15 setiap bulan Qamariah. Abu Dzarr Al-Ghiffari ra berkata, " Kami diperintahkan Rasulullah SAW untuk melakukan puasa tiga hari dari setiap bulan, yaitu hari-hari terang bulan, yakni pada tanggal 13, 14, 15, sembari Rasulullah SAW bersabda, "Puasa tersebut seperti puasa setahun(sepanjang masa). (HR Nasa'i disahihkan oleh Ibnu Hibban)

Dari Abu Hurairah ra, ia menceritakan, "Rasulullah berpesan kepadaku tiga hal, yaitu, berpuasa tiga hari pada setiap bulannya, mengerjakan dua raka'at sholat Dhuha serta sholat witr sebelum tidur."(Muttafaqun "Alaih)

8. Puasa Daud
Yaitu puasa selang-seling seperti puasanya Nabi Daud (sahari puasa dan sehari tidak puasa). Puasa ini adalah puasa yang sangat disukai oleh Allah SWT.
Dari Abdullah bin Amr berkata, "Rasulullah SAW telah bersabda," Puasa yang paling disukai Allah adalah puasa Daud dan sholat yang paling disukai Allah adalah sholat Daud. Ia tidur separuh malam, dan bangun sepertiganya, lalu tidur seperenamnya, dan ia berpuasa satu hari lalu berbuka satu hari."(HR. Bukhari dan Muslim)
Untuk seorang muslimah , jika hendak berpuasa sunnah harus dengan izin suaminya. Ini berdasarkan hadits riwayat Bukhari dan Muslim:
"Tidak halal bagi seorang wanita untuk berpuasa saat suaminya bersamanya kecuali dengan seizinnya" dalam riwayat lain disebutkan :"kecuali puasa Ramadhan.".
Sedangkan waktu haram berpuasa adalah pada saat hari raya Idul Fitri, Idul Adha dan hari Tasyrik (11, 12, dan 13 Dzulhijjah) .

Selain hari-hari tersebut, ada waktu lain yang tidak dianjurkan untuk berpuasa yaitu pada saat kerabat atau teman sedang mengadakan syukuran atau walimah. Hukum berpuasa pada hari ini adalah makruh karena Allah menyuruh kita untuk menjaga hubungan sosial dengan kaum kerabat selain tentunya memikirkan akhirat. Waktu-waktu lain yang dimakruhkan untuk berpuasa adalah puasa selama sebulan penuh pada bulan Rajab , puasa hari Jum'at saja (kecuali yang melakukan puasa Daud dan bertepatan pada hari Jum'at), puasa hari sabtu saja (kecuali jika diikuti puasa sehari sebelumnya dan sesudahnya,
pada hari yang diragukan (hari ke-30 bulan Sya'ban, puasa pada tahun baru dan hari besar orang kafir, puasa wishal (puasa selama dua tiga hari tanpa berbuka, dan puasa dahr(puasa selama satu tahun penuh).

PUASA-PUASA SUNNAH DAN KEUTAMAANNYA

By : Unknown
Senin, 10 Oktober 2016
2
Cinta Dalam Islam
Cinta harus diungkapkan dengan baik dan benar sesuai dengan ukurannya. Jika tidak, boleh merosakan.
Aturan cinta dan kasih sayang ini perlu dipelihara, sehingga boleh terpelihara dan keindahannya selalu terjaga serta menjadi benteng yang kukuh.
Contohnya, lihat pada pasangan suami-isteri. Cinta dan kasih sayang boleh menjadi benteng yang sangat kuat untuk menghadapi cubaan dan ujian dari Allah.
Bila kita mampu menjaga kehadiran rasa sayang dan cinta, kita akan memiliki perlindungan yang terbaik untuk menghadapi tentangan besar dan badai kehidupan.
Namun, seringkali manusia tidak mengetahui hikmah yang tersembunyi di balik sebuah cubaan dan ujian. Lebih lagi apabila seorang manusia telah menggunakan egonya.
Biasanya mereka akan kalah dan cenderung mempesoalkan tentang ujian dan cubaan yang menimpanya.
Contohnya ketika seseorang meluahkan perasaannya kepada orang yang disukainya. Kemudian mereka yakin bahawa hubungan mereka akan berjaya ke jinjang pelamin.
Namun, mereka putus di tengah jalan.
Fenomena ini biasa terjadi dalam masyarakat, tetapi kita seringkali sukar menghadapinya. Bila tidak berhati-hati, boleh menyebabkan kekecewaan dan mempengaruhi hingga ke sendi-sendi kehidupan seseorang.
Sering kalahnya manusia dalam ujian percintaan merupakan kes yang biasa mendera kaum muda.
Padahal, generasi muda sangat diharapkan oleh masyarakat sebagai agen perubahan. Sangat sayang apabila mereka  hilang dalam perjuangan zaman, hanya kerana urusan cinta dan kasih sayang.
Kegagalan menjaga rasa cinta. Mereka hanya tidak mampu menguruskan fitrah yang sangat mendasar ketika menghadapi ujian kehidupan.
Ketika kaum muda putus cinta, seolah-olah putus segala harapan untuk  mendapatkan kasih sayang dari jantina berlawanan. Padahal tidak. Kesempatan mereka untuk mendapatkan kasih sayang dalam koridor yang sebenar masih terbuka lebar.
Meskipun begitu, sebaiknya kita mengharapkan cinta dan kasih sayang dari Allah. Cinta dan kasih sayang tertinggi dan terbaik dibandingkan cinta dan kasih sayang dari manapun.
Kita  seharusnya selalu berprasangka positif terhadap Allah. Sehingga mampu menjadikan kita menerima kenyataan apabila ungkapan cinta dan kasih sayang terhadap sesama kita terputus di tengah jalan.
Kita juga jangan sampai kehilangan pegangan hidup, iaitu Islam. Bagaimana pun, sesuatu yang kita peroleh adalah hasil terbaik yang diberikan Allah.
Meskipun pada awalnya kita tidak memahami dan merasa sakit, tetapi apabila kita percaya bahawa hal tersebut merupakan yang terbaik, kita akan ikhlas menerimanya.
Bagaimana memelihara dan mengelola perasaan cinta dan kasih sayang yang baik terhadap pasangan?
Biasanya, sebelum berumah tangga para pemuda & pemudi selalu mendesak dan seakan terdesak untuk segera menikah. Tetapi, setelah berumah tangga, akan terasa hambar kerana semuanya sudah diketahui dan terbuka.
Impian yang pernah dicita-citakan sebelum bernikah dahulu, seringkali kandas dalam pertikaian, kekerasan dalam rumah tangga, dan penceraian.
Dalam hal ini, ada kegagalan dalam menjaga cinta dan kasih sayang.

Bagaimana Rasulullah mengajar cinta dalam Islam?

Rasul sendiri selalu memberikan kehangatan kepada isteri-isterinya, terutama Aisyah. Beliau selalu bermain serta memuji Aisyah. Sederhana dan mudah dipraktikkan untuk memelihara kehangatan.
Contohnya dengan mengamalkan untuk mencium isteri 3 kali sehari.. Tidak perlu sembunyi-sembunyi. Kalau boleh, dihadapan anak-anak agar mereka boleh melihat ibubapanya yang bahagia.
Rasul juga selalu mencontohkan untuk menyampaikan kata-kata yang baik kepada isteri setiap hari seperti, “Kamu cantik sekali hari ini.”
Rasul mencontohkannya dengan selalu memanggil Aisyah dengan jolokan si “pipi merah”.
Ekspresi seperti ini, walaupun nampak mengada-ngada, tetapi ia merupakan doa yang terungkap dari dalam hati.
Tidak perlu membelikan alat-alat kecantikan yang mahal agar isteri menjadi semakin cantik dari hari ke hari. Cukup dengan memujinya setiap hari, maka isteri akan kelihatan lebih cantik, meskipun semakin tua dari hari ke hari.
Kerana kecantikan isteri ada di dalam hatinya.
Amalan baik ini akan selalu dilihat oleh Allah. Allah berjanji apabila ada hambanya yang melakukan kebaikan dengan berusaha memelihara kasih sayang dan menjaga cinta sebagai seorang suami kerana Allah, Allah akan semakin mendekatinya.
Bila hambanya mendekati dengan berjalan, Allah akan menjemputnya dengan berlari. Janji ini sepatutnya dijadikan motivasi bagi kita untuk selalu menjaga keluarga kita sebaik-baiknya.
“jangan menghabiskan cinta dan kasih sayang pada masa sebelum menikah.Masih ada perjalanan panjang dalam rumah tangga nanti”.

Cinta Dalam Islam. Adakah Kaum Muda Memahami?

By : Unknown 4

Indahnya Berbagi Ilmu dan Bermanfaat untuk Orang lain



Alangkah indahnya, jika semua orang yang telah mendapatkan sebuah ilmu lalu bisa  disebarkannya kepada orang lain. Seperti yang dikatakan oleh Wempy Dyocta Koto, pendiri dan CEO Wardour and Oxford, perusahaan yang bergerak di bidang konsultan pengembangan bisnis international, bahwa cycle of knowledge harus terus berputar. Kita harus bisa terus bermanfaat bagi orang lain.
Secara umum, kita mengetahui jika ilmu dapat disebarkan hanya oleh orang-orang tertentu saja. Guru misalnya, dengan pengetahuan yang diperolehnya, bisa menyebarkan ilmunya kepada murid-murid. Tapi apakah hanya tugas seorang guru untuk menyebarkan ilmu? Tentu saja tidak, semua orang bisa melakukannya.
Berbagai cara dapat kita lakukan untuk menyebarkan ilmu kita agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Dengan cara berbincang-bincang, saling menasehati kepada sesama teman, juga salah satu cara untuk bisa menyebarkan ilmu. Atau melalui media sosial, dengan pertemanan di dunia maya, kita dapat membuat status yang bermanfaat dan tidak mengharuskan kita untuk selalu berada di satu tempat untuk berbagi ilmu.
Lihat saja, Indari Mastuti penyandang Perempuan Inspiratif Nova (2010), Perempuan Inspiratif Indonesia Majalah Kartini (2012), Finalis Wanita Wirausaha Femina (2012), Juara 3 Kartini Awards (2012), Juara 1 Sekar Womenpreneur (2012) dan masih banyak lagi penghargaannya, mempunyai kegiatan membagi ilmunya dari rumah. Wanita yang memutuskan untuk meninggalkan hingar bingar dunia karier dan memutuskan untuk berumah tangga, melahirkan ide untuk membangun bisnis dari rumah. Dengan ilmu yang dimilikinya, Indari membangun sebuah komunitas perempuan. Di komunitas ini, hampir setiap hari atau bisa dibilang setiap saat, Indari membagikan semua ilmunya kepada anggota komunitas. Melalui system online, kegiatan berbagi ilmunya tidak hanya dapat dinikmati oleh orang sekelilingnya, tapi bagi setiap orang di penjuru dunia bisa merasakan manfaat dari ilmu yang diberikan oleh Indari Mastuti.
Wempy Dyocta Koto dan Indari Mastuti adalah contoh dari orang-orang yang selalu bersemangat untuk berbagi ilmu. Wempy bahkan mengatakan, bahwa jika suatu saat dia mati, dia ingin semua ilmu yang disebarluaskan dan manfaat dari semua itu dapat berumur lebih panjang dari umurnya. Sangat mulia. Bagaimana dengan kita? Sudahkah kita berbagi ilmu dan bermanfaat buat orang lain ?

Indahnya Berbagi Ilmu dan Bermanfaat untuk Orang lain

By : Unknown 4

Solat Istikharah – Pembuka Ketenangan Jiwa dan Kedamaian Hati


Pertama sekali, marilah kita sama-sama beristighfar dan mengucap syukur di atas nikmat yang Allah berikan kepada kita berupa kemanisan iman dan islam.
Dengan dua nikmat ini, Allah memberikan kita kebersihan hati dalam menilai segala perkara dan menenangkan kita terhadap musibah yang menimpa.
Sebagai permulaan, mari kita melihat dan merenung , apakah yang dimaksudkan dengan istikharah.
Istikharah merupakan salah satu cara yang Allah berikan kepada kita, sebagai salah satu medium kita berserah , tunduk kepadaNYA.
Ianya hanyalah medium perantaraan antara kita dengan Allah, sedangkan natijah yang terhasil dari istikharah itu sendiri adalah pergantungan diri kita terhadap Allah.
Isi terpenting pada istikharah adalah kepercayaan, keyakinan dan kebergantungan kita kepada Allah,itulah yang dimahukan dari istikharah.
Bukanlah istikharah itu kita bergantung pada ruku’ dan sujud yang dilakukan , tetapi adalah tunduknya HATI pada segala ketentuan yang ALLAH telah aturkan.
selain dari itu, istikharah tidak memperlihatkan masa depan kita, ianya hanyalah medium antara kita dan Allah, sebagai tanda kita betul-betul mengharapkan petunjukNYA dalam setiap perkara yang dilakukan.
Ada yang memahami, bahawa dengan istikharah , maka jawapan paling tepat adalah melalui mimpi. Tidak sekali-kali.
Istikharah merupakan penyerahan penuh diri seorang hamba terhadap segala ketentuan Tuannya.
Dan istikharah dilakukan setelah usaha secara optimum terhadap perkara yang ingin kita lakukan.
Sebagai contoh , dalam bab mencari jodoh, seseorang gadis didatangi seornag pemuda yang entah dari mana datangnya berjumpa dengan keluarganya, menyatakan hasrat di hati ingin memperisterikan gadis tersebut. Maka adalah menjadi tugas warisnya dan dirinya menyelidiki siapakah pemuda tersebut. Apakah benar baik agamanya , kedudukannya seperti yang diberitakan.
Maka perlu bagi warisnya atau diupah seseorang untuk pergi ke kawasan perumahan pemuda tersebut, bertanyakan jiran-jirannya, tentang akhlaknya, agamanya, pekerjaannya, sikapnya. Setelah selesai semua penyelidikan, maka perkara seterusnya, terserahlah pada gadis tersebut.
Di sinilah peri pentingnya istikharah, dalam menentukan bahawa keputusan yang diambil tidak berdasarkan kegopohan bahkan dari ketenangan hati.
Contoh kedua , apabila sedang dalam pertimbangan mencari sebuah rumah. Maka setelah segala usaha dibuat, diselidiki dan dibuat perbincangan, maka solat istikharah dilakukan, agar segala keputusan yang hadir benar-benar dari ketenangan hati.
Perbincangan , penelitian yang hadir  serta nasihat-nasihat yang diterima hasil dari perbincangan adalah satu satu cara  seseorang itu memohon istikhrah dari Allah.
Penyerahan kita pada Allah dalam menentukan hasil yang akan kita perolehi adalah setelah kita berusaha secara optimum sebelum dan selepas solat sunat istikharah.
Isi Terpenting Istikharah
Mengapa dalam pelbagai hal, perlu kita istikharah?
Apakah tidak boleh terus sahaja kita melakukan hal tersebut?
Kita tidak menafikan bahawasanya kita mempunyai akal yang diberikan dengan penuh kesempurnaan, tetapi kesempurnaan akal dalam berfikir punyai hijab yang kita tidak boleh menyingkapnya, itulah perkara akan datang.
Keterbatasan akal merupakan salah satu kekurangan yang akal punyai, dan kekurangan ini perlu ditampung dengan sesuatu, agar kelak kemudian, ianya menjadi suatu kesempurnaan.
Inilah yang dimahukan Tuhan Yang Mencipta, Allah, yang Maha Bijaksana, Dia memberikan manusia sesuatu tetapi tidak memberikannya sepenuhnya, agar manusia kembali kepadanya.


Oleh itu, ingatkan kamu kepadaKU (dengan mematuhi hukum dan undang-undangKU) supaya aku membalas kamu dengan kebaikan dan bersyukurlah kamu kepadaKU dan janganlah kamu kufur (akan nikmatKU) (152)
Wahai sekalian orang-orang yang beriman ! Mintalah pertolongan dengan jalan sabar dan dengan sembahyang kerana sesungguhnya Allah menyertai (menolong) orang-orang yang bersabar (153) (Sapi Betina -Albaqarah)

Solat Istikharah

By : Unknown 1
assalmualaikum wr wb.
selamat siang dan selamat berbahagia sodaraku seiman seagama, pada kesempatan kali ini saya akan menyajikan kata kata motivasi hijab untuk wanita terbaru, tentunya kata kata yang akan saya sajikan saya buat untuk mendorong dan memberikan semangat atau menyadarkan para wanita untuk dapat memenuhi salah satu kewajibanya yaitu berhijab. namun sebelumnya saya akan memberika pengetian hijab itu terlebih dahulu. " Dan katakan kepada wanita- wanita yang beriman ; hendaklah mereka menahan pandanganya dan memelihara kemaluanya dan jangan mereka memperlihatkan perhiasanya kecuali yang biasa nampak dari padanya. dan hendaklah mereka menutupkan khumur(hijab)nya kedadanya." (QS. An-Nur : 30-31) dan ada juga " Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu, dan istri-istri orang-orang mukmin : hendaklah mereka mengulurkan jilbabnyakeseluruh tubuh mereka. yang demikian itu agar mereka lebih mudah untuk di kenali, dan oleh karenanya mereka tidak di ganggu. Dan Allah maha pengampun lagi maha penyayang". (QS. Al-Ahzab:59).
Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru
google image - kata kata motivasi hijab untuk wanita terbaru
 Oleh karena itu saya akan menyajikan Kata Kata Motivasi Hijab Untuk Wanita Terbaru dengan maksut agar pembaca akanlebih termotivasi dan akan dapat lebih memantapkan hatinya untuk berhijab, karena hijabbukan hanya dapat mempercantik diri dengan berhijab para wanita juga sudah menunaikan salah satu kewajibanya serta dengan berhijab juga dapat membuat wanita akan terhindar dari godaan para lelaki yang kurang baik.

motivasi wanita

By : Unknown 0

- Copyright © BLOG KEPO ILMU KEGURUAN - Blogger Templates - Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -